Jumat, 27 Februari 2015

Tips & Trick Jualan Online

Tips & Trick Jualan Online

Selamat malam munyungerzzzz...
Selamat malam sabtu dan selamat liburan :D
Sudah cukup lama mimin engga ngpost, harap maklum yak mimin cukup sibuk dengan kemaleasan yang melanda. Di malam yang cerah ini mimin mau sharing nih soal tips & trick jualan online. Langsung saja ke TKP.

Agar jualan online sukses dan banyak peminat perhatikan hal-hal berikut:

1. Menjual barang yang berbeda.
Agar online shop banyak peminat, pastikan barang yang kita jual harus berbeda dengan pesaing, misalkan berbeda dari kualita dan harga. kualitas baik tapi harga terjangkau dan ini adalah hal yang ukup penting.

2. Jujur.
Yaaaah... hal ini lah yang sangat penting bagi para pengusaha online shop. Berikanlah gambaran produk yang sesuai dengan produk tersebut (jangan berlebihan) dan pastikan produk yang dijual sama persis dengan apa yang kita promosikan lewat foto (gambar).

3. Menggunakan banyak media online.
seiring dengan majunya teknologi, banyak sekali aplikasi-aplikasi yang sangat mendukung untuk berjualan online, contohnya: BBM,WA,LINE,FACEBOOK,TWITTER,INSTAGRAM dan lain-lain. Jadi sebisa mungkin kita promosiin barang yang kita jual lewat banyak media online :D.


4. Harus sabar dan kerja keras dalam berpromosi.
Kesabaran adalah hal yang sangat dibutuhkan buat membangun usaha. Sering kali kita dapat penolakan yang banyak dalam promosiin barang kita, nah kesabaran dan kerja keras lah yang kita butuhkan. Tetap sabar dan semangat untuk promosi.

5. Komunikatif.
Komunikasi adalah hal yang harus diperhatikan dalam jualan online. Karna hal yang kita lakukan adalah komuikasi secara tidak langsung (Tidak bertatap muka) jadi komunikasi yang baik dan rama akan memberikan kesan yang bagus buat pelanggan.

6. Memberikan promo-promo.
Promo sangat penting dalam berjualan, contohnya dengan memberikan diskon atau potongan bagi pelanggan yang membili barang lebih dari dua produk.

7. Update terus produk-produk yang baru.
Agar online shop kita lebih ke kinian update terus produk-produk yang akan dijual sesuai kan dengan perkembangan zaman..

8. Memberikan alamat yang pasti dan lengkap.
Agar pembeli ngrasa yakin saat akan membeli pastikan alamat para munyungerzz harus lengkap dan benar adanya sesuai dengan KTP. Ingat jangan sampai memberi alamat palsu karna alamat palsu hanya milik Ayu tingting *eh (tepuk jidat) jangan pernah memberikan alamat palsu karna itu tidak baik untuk kelanjutan jualan kita.

Mungkin seperti itu, masih banyak kekurangan sih tapi ini yang mimin alami. Buat munyungerzz yang mau berbagi pengalaman dan tips & trick di dunia online shop monggo di sharing di kolom komentar. Berbagi lah selagi bisa berbagi. Terimakasih dan salam sukses bagi kita semua. :D

Minggu, 21 September 2014

Contoh Analisa Usaha

Yuhuuuuuu.....
Selamat malam Senin para munyungerssssssssss.....
Tetap semangat walaupun besok hari Senin :D
Kali ini saya mau share contoh analisa usaha, buat para pencari tugas di google, mangga di kutip aja ini postingan. Semoga bermanfaat :)




Analisa Usaha Gehu Sami Lada
Pedagang : Taufik
Alamat : Jl. OTISTA Depan Toko Dodol Intan
Jm Dagang : 15:30 – 21.00

Modal awal

Peralatan
Kompor gas + tabung Rp 750.000
Peralatan masak Rp 500.000
Gerobak Rp 1.000.000

Perlengkapan
Kantong plastik Rp 50.000
Kertas bekas Rp 50.000 +
Jumlah Rp 100.000

Bahan baku
Bahan baku Rp 1.700.000
Minyak goreng Rp 300.000 +

Jumlah Rp 2.000.000

Perhitungan laba/ (rugi) perbulan

Pendapatan
(100 buah x 30 hari x Rp 1000) Rp 3.000.000

Biaya-biaya
Biaya bahan baku Rp 2.000.000
Biaya perlengkapan Rp 100.000
Biaya lain-lain Rp 50.000 +
Jumlah biaya Rp 2.150.000

Laba/ (rugi) bersih = pendapatan – biaya-biaya
= Rp 3.000.000 – Rp 2.150.000 = Rp 850.000


Begitu sih kalo versi saya. Ini juga hasil wawancara pedagang depan rumah :D
Selamaaaat mencobaaaaaa......

Contoh notulen rapat

Selamaaaaaaat malam munyungersssssss,,,
Lama tak jumpa. :(
Ini postingan pertama di tahun 2014.
Mari merapat ada contoh buat jadi seorang notulen rapat.


                                                       Contoh notulen rapat

Rapat Panitia Malam Apresiasi Seni dan Tahun Baru 2010
SMA Negeri
Tempat : Aula SMA Negeri
Jl. Babakan Salawi No. 70
Telepon 08996756778
Hari, tanggal : Sabtu, 15 Desember 2010
Pemimpin rapat : Ketua Malam Apresiasi Seni dan Tahun Baru 2010
Pukul : 09.00 – selesai
Acara rapat :
1. Pembukaan
2. Penjelasan Guru Pembimbing/Wakil Kepala Sekolah Bidang
Kesiswaan selaku penanggung jawab kegiatan
3. Pembahasan persiapan panitia
4. Simpulan hasil rapat
5. Penutup/doa
Peserta Rapat:
1. Pengurus OSIS : 5 orang
2. Guru pendamping : 2 orang
3. Panitia : 10 orang
Jumlah : 17 orang
Agenda Rapat:
1. Pembukaan
Rapat dibuka tepat pukul 19.00 oleh pemimpin rapat
2. Penjelasan Guru Pembimbing/Wakil Kepala Sekolah Bidang
Kesiswaan
a. Bapak Harist selaku Guru Pembimbing memberi arahan dan masukan
mengenai tujuan diadakannya Malam Apresiasi Seni dan Tahun Baru
2010.
b. Malam Apresiasi Seni dan Tahun Baru 2010 diselenggarakan
untuk mengembangkan kreativitas SMA Negeri  dalam
mementaskan karya seni mereka. Melalui malam apresiasi dan
kreativitas seni ini diharapkan dapat menunjang bidang akademik
siswa terutama setelah menempuh pelajaran dan ulangan umum/
semester ganjil tahun akademik 2010/2011.
3. Pembahasan persiapan panitia
a. Ketua panitia telah menugaskan kepada setiap seksi untuk
mengerjakan tugas-tugas perencanaan/persiapan, seperti kegiatan
yang akan dilaksanakan beserta jumlah anggaran yang diperlukan.
b. Seksi acara, setelah acara rapat berlangsung, segera membuat agenda,
siapa saja dan apa saja acara yang akan dipentaskan pada Malam
Apresiasi Seni dan Tahun Baru 2010.
c. Seksi perlengkapan, publikasi, dan dokumentasi segera mempersiapkan
alat-alat yang diperlukan untuk menunjang kelancaran acara. Khusus
untuk seksi dokumentasi dan publikasi, segera menyiapkan panduk
dan informasi secepatnya, memasangnya di tempat yang strategis,
mengingat terbatasnya waktu pelaksanaan.
4. Simpulan
a. Semua seksi diharapkan sudah mulai bekerja, kalau perlu bekerja
lembur sampai menjelang pelaksanaan kegiatan.
b. Seksi publikasi segera membuat spanduk dan brosur/leaflet yang
diperlukan secukupnya.
c. Seksi dokumentasi segera mempersiapkan bentuk dokumen apa
yang dapat dijadikan bukti sebagai kegiatan malam apresiasi seni
dan tahun baru.
5. Penutup/doa
Rapat ditutup oleh ketua panitia tepat pukul 11.00 disertai doa oleh salah
seorang anggota rapat, Awis H.
Garut, 15 Desember 20010

Sabtu, 14 Desember 2013

PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS

Selamat hari minggu munyungers
dah lama ga posthing nih karna sibuk dengan kegiatan di dunia real.. hehe
Sekarang ane mau share masalah akuntansi biaya,walaupun libur tetep menuntut ilmu itu harus terus berjalan :D
Langsung aja nyok ke papan tulis :p



PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS

A.        BIAYA PER UNIT
Perhitungan biaya berdasakan fungsi dan berdasarkan aktivitas membebankan biaya kepada objek biaya seperti produk, pelanggan, pemasok, bahan baku, dan jalur pemasaran. Ketika biaya dibebankan pada objek biaya, biaya per unit dihitung dengan membagi biaya total yang dibebankan degan jumlah unit dari objek biaya tertentu. Biaya per unit adalah total biaya yang berkaitan dengan unit yang diproduksi dibagi dengan umlah unit yang diproduksi.
Pentingnya Biaya Produk Per Unit
Sistem akuntansi biaya memiliki tujuan pengukuran dan pembebanan biaya sehingga biaya per unit dari suatu produk atau jasa dapat ditentukan. Biaya per unit adalah bagian penting dari informasi bagi suatu perusahaan manuaktur.

Cara Untuk Mendapatkan Informasi Biaya Per Unit
Dua sistem pengukuran tersebut adalah :
1.     perhitungan biaya aktual : membebankan biaya aktual bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead ke produk.
2.     perhitungan biaya normal : membebankan biaya aktual bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung ke produk ; akan tetapi biaya overhead dibebankan ke produk dengan menggunakan tarif perkiraan.
Tarif perkiraan overhead adalah suatu tarif yang didasarkan pada perkiraan data dan dihitung dengn menggunakan rumus :
Tarif Perkiraan Overhad =  Biaya yang diperkirakan / Penggunaan aktivitas yang diperkirakan.

B.        PERHITUNGAN BIAYA PRODUK BERDASARKAN FUNGSI
Perhitungan biaya produk berdasarkan fungsi membebankan biaya dari bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung ke produk dengan menggunakan penelusuran langsung.
Secara spesifik, perhitungan biaya berdasarkan fungsi menggunakan penggerak aktivitas tingkat unit untuk membebankan biaya ovehead ke produk. Penggerak aktivitas tingkat unit adalah faktor yang menyebabkan perubahan dalam biaya seiring dengan perubahan jumlah unit yang diproduksi.
Contoh dari penggerak tingkat unit : Unit yang diproduksi ; Jam tenaga kerja langsung ; Biaya tenaga kerja langsung ; Jam mesin ; Biaya bahan baku langsung.
Langkah selanjutnya adlah menentukan kapsitas aktivitas yang diukur penggerak :
1.     Kapasitas aktivitas yang diharapkan : output aktivitas yang diharapkan perusahaan dapat tercapai pada tahun yang akan datang.
2.     Kapasitas Aktivitas normal           : output aktivitas rata-rata yang perusahaan alami dala jangka panjang.
3.     Kapasitas aktivitas teoritis            : output aktivitas maksimum secara absolut yang dapat direalisasikan dengan berasumsi bahwa semua beroperasi sempurma.
4.     Kapasitas aktivitas praktis            : output maksimum yang dapat diwujudkan jika semuanya berjalan dengan efisien.
Tarif Keseluruhan Pabrik
Perhitungan ini terdiri dari dua tahap, pertama, biaya overhead yang dianggarkan akan diakumulasi menjadi satu kesatuan untuk keseluruhan pabrik. Terakhir, biaya overhead dibebankan ke produk, melalui cara mengalikan tarif tersebut dengan jumlah total jam tenaga kerja langsung aktual yang digunakan masing-masing produk.
Overhead yang dibebankan adalah jumlah total overhead yang dibebankan ke produksi aktual pada titik tertentu dalam suatu waktu.
Rumus :
Overhead yang dibebankan =  Tarif Overhead x Output aktivitas aktual
Perbedaan antara overhead aktual dan overhead yang dibebankan disebut variasi overhead. Jadi kemungkinan akan tercipta overhead yang terlalu rendah dibebankan (underapplied overhead) atau ovehead yang terlalu tinggi dibebankan (overapplied overhead).
Biaya per unit dihitung dengan menjumlahkan total biaya utama produk ke biaya overhead yang dibebankan, dan kemudian membagi biaya total ini dengan unit yang diproduksi.

Tarif Departemen
Ada 2 tahap bagi tarif overhead departemen. Pada tahap pertama, biaya overhead keseluruhan pabrik dibagi dan dibebankan ke tiap departeman produksi, dan membentuk kesatuan biaya overhead departemen.
Selanjutnya, pada tahap kedua, overhead dibebankan ke produk dengan mengkalikan tarif departemen dengan jumlah penggerak yang digunakan dalam departemen terkait.
Total overhead yang dibebankan ke produk secara sederhana adalah jumlah dari banyaknya overhead yang dibebankan dalam setiap departemen.
Overhead yang dibebankan adalah total dari banyaknya overhead yang dibebankan dalam tiap deprtemen.

C.        KETERBATASAN SISTEM AKUNTANSI BIAYA BERDASARKAN FUNGSI
Apabila perusahaan yang beroperasi dalam lingkungan yang kompetitif mengadaptasi strategi baru untuk mencapai kesempurnaan dalam bersaing, sistem akuntasi biaya mereka sering kali harus berubah agar dapat sejalan.
Sering kali organisasi mengalami gejala tertentu yang menunjukkan bahwa sistem akuntansi biaya mereka telah ketinggalan jaman. Contoh gejala sistem biaya yang ketinggalan jaman : hasil dari penawaran sulit dijelaskan, harga pesaing tampak tidak wajar rendahnya ; margin laba sulit untuk dijelaskan. ; produk yang sulit diproduksi menunjukka laba yang tinggi ; pelanggan tidak mengeluh atas naiknya harga.

Biaya Overhead yang tidak berkaitan dengan Unit.
Dengan hanya menggunakan penggerak biaya aktivitas berdasarkan unit untuk membebankan biaya ovehead yang tidak berkaitan dengan unit, akan menciptakan distorsi banyak produk. Tingkat keparahannya tergantung pada berapa proporsi keseluruhan biaya overhead yang ditunjukkan oleh biaya tingkat non unit ini.

Keanekaragaman Produk
Keanearagaman produk berarti bahwa produk mengkonsumsi aktivitas overhead dalam proporsi yang berbeda – beda. Proporsi setiap aktivitas yang dikonsumsi oleh suatu produk didefinisikan sebagai rasio konsumsi.

D.        PERHITUNGAN BIAYA PRODUK BERDASARKAN AKTIVITAS
Pembebanan overhead tradisional melibatkan dua tahap : pertama, baya overhead dibebankan ke unit organisasi (pabrik atau departemen) dan kedua, biaya overhead kemudian dibebankan ke produk. Seperti dalam sistem biaya berdasarkan aktivitas, pertama-tama menelusuri biaya aktivitas dan kemudian produk. Akan tetapi, dalam sistem biaya ABC menekankan penelusuran langsung dan penelusuran penggerak (menekankan hubungan sebab-akibat), sedangkan sisem biaya tradisional cenderung intensif lokasi (sangat mengabaikan hubungan sebab-akibat)

Pengidentifikasian Aktivitas dan Atributnya
Kamus aktivitas mendaftar aktivitas-aktivitas dalam sebuah organisasi bersamaan dengan atribut aktivitas yang penting. Atribut aktivitas adalah informasi keuangan dan non keuangan yang menggambarkan aktivitas individual.
Aktivitas primer adalah aktivitas yang dikonsumsi produk atau pelanggan
Aktivitas sekunder adalah aktivitas yang dikonsumsi oleh aktivitas primer.

Pembebanan Biaya ke Aktivitas
Begitu aktivitas diidentifikasikan dan dijelaskkan, tugas berikunya adalah menentukan berap banyak biaya untuk melakukan tiap aktivitas. Hal ini membutuhkan identifikasi sumber daya yang dikonsumsi oleh tiap aktivitas.
Penggerak sumber daya adalah faktor-faktor yang mengukur pemakaian sumber daya oleh aktivitas.

Pembebanan Biaya Aktivitas pada Aktivitas Lain.
Pembebanan biaya pada aktivitas menlengkapi tahap awal perhitungan biaya berdasarkan aktivitas. Pada tahap berikutnya, aktivitas diklasifikasikan sebagai primer dan sekunder. Jika terdapat aktivitas sekunder, maka tahap berikutnya muncul. Pada tahap berikutnya, biaya aktivitas sekunder dibebankan pada aktivitas-aktivitas yang memakai outputnya.

Pembebanan Biaya Pada Produk
Setelah biaya dari aktivitas primer ditentukan, maka biaya tersebut dapat dibebankan pada produk dalam suau proporsi sesuai dengn aktivitas penggunaannya, seperti dengan diukur oleh penggerak aktivitas. Pembebanan ini diselesaikan dengan penghitungan suatu tarif aktivitas yang ditentukan terlebih dahulu dan menglikan tarif ini dengan penggunaan aktual aktivitas.

E.        PENGELOMPOKAN AKTIVITAS YANG HOMOGEN
Pembebanan biaya pada aktivitas lain (tahap lanjutan atau pembebanan biaya pada produk dan pelanggan (tahap akhir) membutuhkan penggunaan tarif aktivitas. Pada prinsipnya terdapat tarif aktivitas yang dihitung untuk tiap aktivitas.
Proses Mengurangi Jumlah Tarif
Pengelompokan overhead didasarkan pada : mereka secara logis berhubungan dan mereka meiliki rasio konsumsi yang sama terhadap semua produk.
Kumpulan dari biaya overhead yang berhubungan dengan masing-masing kelompok aktivitas disebut kesatuan biaya sejenis.

Klasifikasi Secara Rinci Aktivitas
Pada pembentukan kumpulan aktivitas yang berhubungan, aktivitas diklasifikasikan menjadi salah satu dari 4 kategori umum aktivitas berikut :
1.     Tingkat unit, adalah aktivitas yang dilakukan setiap ali suatu unit diproduksi.
2.     Tingkat batch, adalah aktivitas yang dilakukan setiap suatu batch produk diproduksi.
3.     Tingkat produk, adalah aktivitas yang dilakukan bila diperlukan untuk mendukung berbagai produk yang diproduksi oleh perusahaan.
4.     Tingkat fasilitas, adalah aktivitas yang menopang proses umum produksi suatu pabrik.
Perbandingan dengan Perhitungan Biaya Berdasarkan Fungsi
Sistem berdasarkan aktivitas memperbaiki keakuratan perhitungan biaya produk dengan mengakui bahwa banyak dari biaya overhead tetap, ternyata bervariasi secara proporsional dengan perubahan selain volume produksi.




F.         PERHITUNGAN BIAYA PELANGGAN DAN PEMASOK AKTIVITAS
Sistem ABC juga dapat digunakan untuk menentukan keakuratan biaya pelanggan dan pemasok. Pengetahuan akan biaya pelanggan dan pemasok dapat menjadi informasi vital untuk memperbaiki tingkat laba suatu perusahaan.

Perhitungan Biaya Pelanggan Berdasarkan Aktivitas
Para pelanggan dapat memakai aktivitas penggerak pelanggan dalam proporsi yang berbeda. Sumber-sumber dari keanekaragaman pelanggan meliputi beberapa hal seperti frekuensi pesanan, frekuensi pengiriman, jarak geografis, dukungan penjualan dan promosi.

Perhitungan Biaya Pelanggan versus Perhitunganh Biaya Produk
Pembebanan biaya dari cutomer service pada pelanggan, dilakukan dengan cara yang sama untuk biaya produksi yang dibebankan pada produk.mbiaya sumber daya yang dipakai dibebankan ke aktivitas, dan biaya aktivitas di bebankan ke tiap pelanggan.

Perhitungan Biaya Pemasok Berdasarkan Aktivitas
Pemasok dapat mempengaruhi banyak aktivitas internal suatu perusahaan dan secara signifikan meningkatkan biaya pembelian. Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas adalah kunci penelusuran biaya yang berhubungan dengan pembelian , kualitas, keandalan, dan kinerja pengiriman hingga ke para pemasok.

Metodologi Perhitungan Biaya Pemasok
Aktivitas penggerak pemasok seperti pembelian, penerimaan , pemerikasaan komponen, pengerjaan ulang, dll dicatat dalam kamus aktifitas. Biaya sumber daya yang dipakai dibebankan pada aktivitas ini, dan biaya aktivitas dibebankan pada pemasok individual.